Jakarta, 11 Mei 2026 – World Health Organization (WHO) menyampaikan bahwa proses evakuasi penumpang kapal pesiar yang terkait kasus hantavirus dilakukan secara bertahap demi menjaga keselamatan dan mempermudah pengawasan kesehatan seluruh penumpang maupun kru kapal.
Langkah tersebut diambil setelah muncul laporan adanya sejumlah penumpang yang mengalami gejala kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan hantavirus selama perjalanan. Otoritas kesehatan internasional bersama pihak operator kapal langsung melakukan penanganan cepat untuk mencegah risiko yang lebih besar.
Evakuasi dilakukan dengan prosedur medis ketat, termasuk pemeriksaan kesehatan, isolasi terhadap penumpang tertentu, dan pemantauan kondisi kru kapal. Penumpang yang dianggap memiliki risiko lebih tinggi disebut menjadi prioritas dalam proses pemindahan ke fasilitas kesehatan maupun lokasi observasi.
WHO menjelaskan bahwa hantavirus umumnya ditularkan melalui paparan kotoran, urine, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Penyakit tersebut berbeda dengan virus yang mudah menyebar antar manusia, sehingga investigasi utama lebih difokuskan pada sumber paparan lingkungan.
Kasus di kapal pesiar ini menarik perhatian internasional karena melibatkan perjalanan wisata dengan penumpang dari berbagai negara. Otoritas kesehatan di sejumlah negara juga disebut mulai melakukan koordinasi untuk memantau kondisi warganya yang ikut dalam perjalanan tersebut.
Pihak operator kapal memastikan seluruh prosedur keselamatan dan kesehatan diterapkan sesuai standar internasional. Area-area tertentu di kapal disebut langsung dibersihkan dan disterilkan sebagai langkah antisipasi tambahan selama proses investigasi berlangsung.
Para ahli kesehatan menilai evakuasi bertahap menjadi langkah penting untuk menghindari kepanikan sekaligus memastikan setiap penumpang mendapat pemeriksaan yang memadai. Penanganan terstruktur dinilai dapat membantu meminimalkan risiko kesehatan lebih lanjut.
WHO mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah termakan informasi yang belum terverifikasi. Hingga saat ini, investigasi terkait sumber pasti paparan hantavirus masih berlangsung dan otoritas kesehatan internasional terus memantau perkembangan situasi secara intensif.







