Jakarta, 5 Mei 2026 – Para ahli gizi mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam mengonsumsi ikan sapu-sapu, meskipun telah diolah secara higienis. Ikan yang kerap ditemukan di perairan sungai ini dinilai memiliki risiko kesehatan yang perlu diperhatikan.
Ikan sapu-sapu dikenal sebagai ikan pembersih dasar sungai yang sering hidup di lingkungan dengan kualitas air yang kurang baik. Kondisi tersebut membuat ikan ini berpotensi terpapar logam berat serta zat berbahaya yang dapat terakumulasi dalam tubuhnya.
Menurut para ahli, proses memasak yang higienis memang dapat membunuh bakteri atau kuman, namun tidak serta-merta menghilangkan kandungan logam berat atau zat toksik yang sudah tersimpan dalam jaringan ikan. Hal inilah yang menjadi perhatian utama dalam konsumsi ikan tersebut.
Selain itu, struktur tubuh ikan sapu-sapu yang keras dan berlendir juga membuatnya tidak umum dikonsumsi dibandingkan jenis ikan lain. Meski beberapa pihak mencoba mengolahnya menjadi makanan, aspek keamanan tetap menjadi pertimbangan penting.
Ahli gizi menyarankan masyarakat untuk memilih sumber protein yang lebih aman dan jelas asal-usulnya. Ikan konsumsi yang berasal dari perairan bersih dan terkontrol dinilai lebih baik untuk kesehatan.
Fenomena konsumsi ikan sapu-sapu biasanya muncul saat kondisi tertentu, seperti keterbatasan sumber pangan. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan aspek keamanan pangan agar tidak menimbulkan risiko jangka panjang.
Dengan adanya peringatan ini, diharapkan masyarakat lebih selektif dalam memilih bahan makanan serta memahami bahwa tidak semua jenis ikan aman dikonsumsi, meskipun telah melalui proses pengolahan yang baik.





